Melupakan Sejenak Romansa Lampard-Ancelotti

0
132
Melupakan Sejenak Romansa Lampard-Ancelotti
Melupakan Sejenak Romansa Lampard-Ancelotti

Melupakan Sejenak Romansa Lampard-Ancelotti

Melupakan Sejenak Romansa Lampard-Ancelotti
Melupakan Sejenak Romansa Lampard-Ancelotti

Sukabola – Chelsea akan menjamu Everton pada lanjutan Liga Inggris malam nanti. Kedua manajer adalah murid dan guru yang penuh cerita manis.

Chelsea vs Everton akan berlangsung di Stamford Bridge, Minggu (8/3/2020) pukul 21.00 WIB dan disiarkan di Mola TV lewat link streaming berikut ini.

Pertandingan itu akan menjadi spesial bagi kedua manajer, Frank Lampard di Chelsea dan Carlo Ancelotti di Everton. Kedua manajer itu, bagaikan murid dan guru.

Carlo Ancelotti pernah menukangi Chelsea di tahun 2009-2011. Dia adalah manajer keenam bagi The Blues di era Roman Abramovich setelah Ranieri, Jose Mourinho, Avram Grant, Luiz Felipe Scolari, dan Guus Hiddink.

Selama di Chelsea, Ancelotti mempersembahkan dua gelar trofi di musim perdana, yakni juara Liga Inggris dan Piala FA. Musim berikutnya, dia dipecat karena tidak sanggup memperoleh piala apapun.

Musim pertama Ancelotti di Liga Inggris begitu fantastis. Dia bisa membawa permainan menyerang dan membawa The Blue menyarangkan 103 gol di liga!

Frank Lampard adalah salah satu pemain andalannya. Bahkan di musim 2009/2010, Frank Lampard mencatatkan 22 gol di Liga Inggris. Itu jumlah gol terbanyaknya dalam semusim di liga.

Ancelotti pun memujinya. Bahkan kala itu, Frank Lampard santer diincar banyak klub top Eropa. Ancelotti tak heran.

“Dia bisa mencetak sampai 27 gol di semua kompetisi. Tidak ada gelandang yang bisa melakukan itu dan Lampard tetap akan di sini (Chelsea-red),” katanya kala itu.

Dalam buku autobigrafinya yang berjudul Quiet Leadership: Winning Hearts, Minds and Matches, Carlo Ancelotti menyebut tiga pemain Inggris yang begitu berpengaruh di Chelsea kala dia menjabat sebagai manajer. Tiga pemain itu adalah John Terry, Ashley Cole, dan Frank Lampard.

“Mereka semua adalah contoh di dalam dan di luar lapangan. Mereka mempunyai karakter dan sikap yang sangat baik,” katanya.

Bahkan, Ancelotti pernah pasang badan untuk Lampard. Di tahun 2009, City menang atas Chelsea 2-1. Kala itu, Frank Lampard bisa saja menyamakan kedudukan andai penaltinya masuk.

Kegagalan Super Frank mengeksekusi penalti saat itu adalah yang pertama dalam tiga tahun terakhirnya mengeksekusi penalti. Ancelotti tidak menyalahkannya.

“Hal ini bisa terjadi, Lampard hanya gagal sekali dan tidak masalah. Dia bisa mencoba penalti selanjutnya,” bela manajer asal Italia tersebut.

Frank Lampard pun memuji Carlo Ancelotti yang akan menjadi lawannya nanti. Dilansir dari situs resmi Chelsea, Lampard begitu menghormati Ancelotti baik sebagai manajer dan sebagai individu.

“Dia adalah manajer dan pribadi yang hebat. Sangat menyenangkan bekerja dengannya dan melihat bagaimana dirinya dekat dengan pemain. Dia punya catatan manis untuk Chelsea dan para fan di Stamford Bridge akan menyambutnya dengan baik,” paparnya.

Baca Juga : 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here