Ancelotti Lebih Plong Melatih di Inggris Ketimbang Italia

0
126
Ancelotti Lebih Plong Melatih di Inggris Ketimbang Italia
Ancelotti Lebih Plong Melatih di Inggris Ketimbang Italia

Ancelotti Lebih Plong Melatih di Inggris Ketimbang Italia

Ancelotti Lebih Plong Melatih di Inggris Ketimbang Italia
Ancelotti Lebih Plong Melatih di Inggris Ketimbang Italia

Sukabola – Carlo Ancelotti membandingkan atmosfer sepakbola di Inggris dan Italia. Menurut manajer Everton itu, para penggemar di Serie A lebih mengganggu dirinya.

Don Carlo mulai menukangi Everton sejak Desember 2019. Ia merapat ke Goodison Park setelah sebelumnya didepak dari klub Liga Italia, Napoli.

Everton menjadi klub Inggris kedua buat juru taktik asal Italia itu. Sebelumnya, Ancelotti pernah menangani Chelsea pada 2009-2011 dan mempersembahkan tiga trofi, yakni gelar Liga Inggris, Piala FA, serta Community Shield.

Mantan pelatih AC Milan itu mampu mengangkat performa Everton dari papan bawah hingga kini dapat bersaing di zona Eropa. The Toffees sekarang duduk di peringkat ketujuh klasemen Liga Inggris dengan 36 poin dan hanya terpaut lima angka dari empat besar.

Ancelotti mengaku senang bisa kembali melatih di Inggris. Baginya, atmosfer sepakbola di Premier League jauh lebih leluasa buat para manajer ketimbang di Italia.

Hal tersebut yang menurutnya banyak membuat para pelatih berkebangsaan Italia lebih senang menyebrang lautan untuk berkarier di Inggris. Don Carlo agak kesal dengan tindakan penggemar di Serie A yang kerap mencaci maki pelatih dan pemain di stadion.

“Apakah saya, (Gianluca) Vialli, (Gianfranco) Zola, (Claudio) Ranieri merasa puas di Inggris? Well, tentu saja! Jika anda terbiasa dengan sepakbola Italia, coba cari dunia yang lain,” kata Ancelotti.

“Saya tidak berbicara soal intensitas permainan, sebab itu tak berbeda jauh. Hal yang membedakan adalah lingkungannya yang berbeda di sini,” dia menambahkan.

“Sebagai contoh, di Inggris anda tak merasa tersinggung. Caci maki itu sungguh mengganggu. Pada beberapa stadion di Italia anda mendapat kesan jika orang-orang membenci anda, hanya karena anda berpindah klub.”

“Ada penonton yang duduk di belakang bangku cadangan dan melemparkan caci maki kepada anda selama 90 menit. Di sini (di Inggris), hal seperti itu tak pernah terpikirkan,” Ancelotti menuturkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here